Tag Archives: Bregada Kampita Athyasa

Kosong

Sebuah kata multitafsir

Banyak sekali definisi terurai

Orang menafsirkannya secara harfiah

Orang menafsirkannya secara bahasa

 

Banyak sekali latar belakang yang berbicara

Mulai dari kalangan elit hingga kalangan bawah

Mulai dari yang beriman hingga berdosa

Mulai dari wacana hingga hitam diatas putih

 

Bertabur Cahaya di Kota Bandung

Salam yang kulontarkan dari puncak patahan Lembang

Ini bukan sebuah cerita

Namun hanya perasaan

Sendu, tawa, riang, persahabatan terasa amat erat

 

Hembusan dingin malam mulai menusuk

Cahaya itulah yang menyinari

Lautan cahaya terlihat diatas sini

Menghampar luas

Namun akankah taburan ini selalu indah?

Yaa indah dilihatnya namun tidak untuk dampaknya

 

Puncak Gunung Batu Lembang, 9/9/2014

 

Pulang

Aku suka saat duduk di kamar

Hanya ditemani pemikiranku sendiri

Berpikir akan kepastian

Dan aku sadar kalau aku sendirian

 

Memang benar saat kita terpuruk

Akan beranggapan seperti ini

Orang yang mencoba menghiburmu

Adalah sebagai pengganggu

 

Pesona Kampung Adat Kuta

Melintasi Hamparan Sawah yang Hijau

Melintasi Hamparan Sawah yang Hijau

Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, diwilayah yang berada di ujung timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, berdiri suatu Kampung Adat yang memiliki ceritera sejarah yang cukup melegenda, peninggalan dari kerajaan Galuh, salah satu kerajaan Hindu yang ada di Jawa Barat yang berasal dari wilayah Cirebon sebelum Cirebon menjadi kasepuhan dengan memeluk agama Islam yang dibawa oleh para wali pada saat itu.

Berawal dari akan didirikannya pusat kerajaan Galuh di wilayah ini, para prajurit kerajaan mulai membawa seluruh perlengkapan kerajaan dan mulai membuka lahan dari mulanya hutan menjadi bakal komplek kerajaan, namun konon katanya karena ada banjir dari sungai Cijolang yang melanda daerah ini serta beberapa faktor lainnya, maka akhirnya kerajaan Galuh tidak jadi di dirikan disini namun ada beberapa versi ceritera yang berkaitan dengan sejarah Kampung Adat ini dan Kerajaan Galuh.

Pantai Karangtawulan Bukit Teletabies

Pantai Karangtawulan

Pantai Karangtawulan

Kala itu matahari berada setengah merunduk ke arah barat, kalau dikira-kira jarum jam berhenti di angka dua lebih wib. Rasa lelah berjumpa pada jiwa dan raga, wajar saja bulan itu merupakan bulan ramadhan. Mau makan dan minum jelas tidak bisa, solusi pasti adalah mencari suasana tenang. Bulan berkah ini merupakan momen saya untuk mencari responden, maklum saya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan keharusan bersyarat lulus. Saya bersama teman seperjuangan pencari responden Husni, Rizal, dan Cecep berencana bersinggah di sebuah pantai. Persinggahan ini memang sudah kami jadwalkan dari semalam karena beberapa dari kami belum pernah kesana.

Tersentak mata ini, seperti melihat yang belum pernah dilihat. Di Selatan Kabupaten Tasikmalaya terdapat suatu tempat yang membuat saya dan teman saya berfoto narsis. Tempat tersebut bernama pantai karangtawulan.  Pantai merupakan tempat yang romantis untuk mengobrol senja di sore hari. Bagi kalangan umum rasanya sudah biasa dengan tempat bernama pantai, apalagi orang pesisir. Masing-masing pantai memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penggunaan pariwisatanyapun akan berbeda. Pantai karangtawulan ini cocok sekali untuk mengobrol, nongkrong berbagi cerita bersama yang terdekat, tidak pada berenang ceria karena ombaknya yang besar dan kondisi medan yang tidak memungkinkan.

Geotrek Bersama Mata Bumi

Saat itu ketika saya diajak mewakili jantera untuk menjadi panitia Geotrack yang diselenggarakan oleh Matabumi, Matabumi adalah perkumpulan senior senior kami di Jantera untuk mewadahi Anggota Luar Biasa atau anggota yang telah lulus akademik untuk tetap ber kegiatan alam terbuka. Hari Kamis 7 maret aku bersama Kadat pergi ke Markas mata bumi untuk rapat mengenai acara yang akan diselenggarakan lalu hasil rapat hari itu adalah bahwa esok hari kami akan berangkat ke Gunung Jayagiri untuk survey dan juga membawa sebagian bahan makanan untuk geotrack nanti, sore hari kami berangkat dari markas menuju Lembang saat itu Saya, Kang Gelar, Kang Rony dan Kang Hasanudin yang pergi untuk membawa logistik dan untuk menikmati malam yang dingin di Jayagiri. Diperjalanan kami membeli beberapa bahan makanan untuk sebagai perbekalan kami nanti malam di Sana. Sekitar pukul 4 sore kami tiba di gerbang jalur untuk pendakian ke Jayagiri yang biasa sering disebut Taman Junghun, karena digerbang kami melintasi Taman Junghun yang menjadi situs wisata disana.

Lebih dekat dengan Jantera 33

Tak terasa, kini J33 telah menjalani bulan ke-4 nya di Jantera. Sejak Februari silam dilantik menjadi Anggota Muda Jantera, telah banyak pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan, terutama setelah menjalani pendidikan lanjutan Rock Climbing dan Ilmu Medan Peta Kompas.

J33 sendiri telah mempunyai nama angkatan yang pada tanggal 26 April telah diresmikan di kampus UPI pada acara ulang tahun Jantera. Brigada Kampita Atyasa. Itulah nama kebanggaan Jantera 33 ini.

Secara gamblang, salah satu anggota J33 menyebutkan filosofi nama angkatannya. BKA atau Brigada Kampita Atyasa adalah…

Setelah deskripsi J33 secara umum, kini kita beranjak untuk melihat wajah-wajah J33 secara khusus atau lebih dekat lagi.