Tag Archives: Adanu Abimantra Satria

Pendakian Gunung Rakutak

Trek Gunung Rakutak

Trek Gunung Rakutak

Mountaineering Dapat diartikan sebagai kegiatan pendakian gunung. Pendakian gunung adalah suatu olahraga keras, penuh petualangan, dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, keuatan serta daya juang yang tinggi. Hutan gunung merupakan kombinasi dari seluruh mata latih yang telah dilaksanakan sebelumnya. Karena pada saat itu kami ingin menikmati indahnya gunung yang dilalui oleh medan yang lumayan agak sulit, maka kami memilih gunung rakutak sebagai tempat kami melakukan diklanjut ini.

Gunung rakutak identik dengan medan yang sangat terjal dengan banyaknya akar yang menyebar di sepanjang jalur pendakian kami dan gunung ini juga terdiri dari dua puncak yaitu puncak 2 dan puncak utama, dan yang membuat khas adalah kedua puncak tersebut dipisah oleh igir yang lebarnya + 2 meter. Kondisi tersebut sangat menarik dan berkesan untuk dilalui dikarenakan menurut beberapa orang gunung ini merupakan sebuah miniatur dari gunung raung yang lokasinya terdapat di jawa timur, tapi yang membedakan adalah puncak gunung raung tidak di temukan adanya vegetasi melainkan hanyalah bongkahan-bongkahan batu besar, sedangkan puncak gunung rakutak masih terdapat berbagai macam jenis vegetasi rerumputan yang menghalangi kita dari terpaan angin secara langsung. Perbedaan tersebut dikarenakan ketinggian kedua puncak gunung tersebut yang berbeda.

Pesona Kegelapan Guha Cipaku

Stalaktit di Guha Cipaku

Stalaktit di Guha Cipaku

Pada kegiatan Pendidikan Lanjutan JANTERA di mata latih caving ini, saya ditugaskan menjadi orang yang menyiapkan konsumsi, kegiatan menyiapkan konsumsi ini bukan merupakan kegiatan yang sangat saya sukai karena saya kurang biasa memasak. Namun karena sudah tuntutan dan dengan dibantu oleh saudara-saudara saya dan rekomendasi instruktur, saya mengerjakan dengan senang hati pekerjaan ini. Dari DIKLANJUT ini, saya jadi mengerti bagaimana berada di posisi orang yang menyiapkan konsumsi untuk saudaranya yang lain.

DIKLANJUT kali ini di barengi dengan program ANTAREJA JANTERA, yaitu menelusuri dan memetakan gua yang ada di kawasan Sagaranten. Sehingga Instruktur yang datang pun bukan sebagai wisatawan yang datang untuk memantau kegiatan DIKLANJUT, namun melanjutkan program ANTAREJA. DIKLANJUT ini bagi kami semua, AM JANTERA 35, merupakan kegiatan yang lebih menguras tenaga waktu dan dompet dibanding kegiatan pendidikan lanjutan yang sebelumnya, karena kegiatannya yang cukup jauh dan membutuhkan waktu dan uang yang lebih. Kegiatan kami kali ini dilakukan di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Tempat yang awan bagi kami untuk datang ke tempat ini. Karena perjalanannya yang luar biasa dan tidak terprediksi akan seperti itu.

Diklanjut RC Jantera 35

CitatahPada hari Jum’at sore s.d Minggu malam tanggal 2 s.d 4 April 2016. Saya bersama saudara anggota muda JANTERA lainnya melaksanakan diklanjut atau pendidikan lanjutan mata latih Rock Climbing di Tebing 125 Citatah Padalarang- Bandung. Kami berangkat sekitar pukul 16.30 WIB, dibagi menjadi dua kelompok, ada yang pergi naik kereta api dan ada yang naik motor sebagai tim pendahulu yang bertugas membawa peralatan Rock Climbing. Saya, Ika, Fauzia, dan Hasan naik motor. Sementara Aiyanti, Ipan, dan Hasanudin naik kereta api.

Kami kemalaman dan istirahat sebentar di mushola SPBU untuk sholat. Lalu melanjutkan perjalanan ditemani dengan hujan gerimis, jalanan licin, dan kemacetan serta sinar lampu jalanan yang menerangi perjalanan kami. Saking banyaknya barang yang kami bawa ada salah satu pengendara di sebelah kami yang bertanya “Neng, mau naik gunung ya?”, nada menggoda. Saya yang dibonceng Fauzia hanya kaget melihat mas-mas itu bertanya sambil tersenyum sedikit. Lalu saudara saya Fauzia berkata, “Yaelah, bilang aja iya ga!”.

Saya hanya kaget dan ingin tertawa mendengar pembicaraan mas-mas itu. Setelah perjalanan panjang, akhirnya kami sampai juga di Gerbang Tebing 125 Citatah Padalarang Bandung. Ketika tiba disana, kami langsung disambut hangat oleh para pemuda Karang Taruna desa tsb. di saung buatan mereka, dekat pintu masuk. Saung nya terbuat dari jerami dan bambu-bambu, berbentuk panggung, panjangnya sekitar 6 meter dan tingginya sekitar 2,5 meter, di salah satu sisi saung ada ruangan tempat perpustakaan buku-buku bacaan anak-anak desa yang belajar di sana. Mereka menerangkan bahwa saung ini suka dipakai belajar anak-anak desa tsb. dan didepannya ada wahana bermain anak-anak seperti ayunan yang belum lengkap.

Diklanjut IMPK Jantera 35

Diklanjut IMPK JanteraIlmu Medan Peta Kompas (IMPK) menjadi mata latih kedua yang harus kami laksanakan pada Diklanjut Jantera 35. Di kalender pendidikan Jantera, mata latih ini dilaksanakan pada bulan ketiga sesudah pelantikan AM. Instruktur atau pemateri yang membimbing kami adalah A Eja, Teh Jubed, Teh Binta dan A Abia. Pada tanggal 12, 13, 14 dan 18 April kami melaksanakan materi kelas yang dilaksanakan di Lab. Fisik, Dibawah Pohon Rindang (DPR), dan sekre Jantera.

Ternyata ada perbedaan sistem dari Diklanjut sebelumnya, kali ini Diklanjut dikemas menjadi sebuah game yang akan mengingatkan kembali anggota Jantera yang sudah senior mengenai IMPK. Instruktur Eja sampai membuat pamflet yang isinya ajakan agar anggota lama mengikuti game ini. Namanya Jantera Orienteering Challenge (JOC). “Hayu miluan!! Iraha deui kikieuan!!” dan “bisi poho IMPK sabari kemcer” adalah ajakan dari A Eja. Tanpa ajakanpun kami memang harus melaksanakan kewajiban kami.