Keanggotaan

Jantera merupakan Organisasi Pecinta Alam Mahasiswa Pendidikan Geografi – FPIPS UPI. Anggota Jantera hendaknya selalu dinamis, selalu bergerak, dan terus-menerus melahirkan karya yang berguna bagi masyarakat dan bumi sebagai tempat berpijak. Seperti arti dari kata Jantera yaitu: perputaran, siklus, atau daur. Para pendiri kemudian mengartikannya sebagai putaran spiral yang terus membesar, bukan sebuah siklus yang selalu kembali ke titik awal. Jantera adalah pergerakan dinamis dalam mencapai suatu kesempurnaan.
Untuk menjadi seorang anggota jantera perlu ditempuh dengan melalui beberapa tahapan yaitu: Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR), Pendidikan dan Latihan Lanjutan (DIKANJUT), dan sidang Nomor Tanda Anggota (NTA). Adapun penjelasan perihal tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
Tahap pertama, status keanggotaan masih pada Siswa – calon anggota jantera. Pada tahap ini, calon anggota wajib mengikuti Diklatsar Jantera selama lebih kurang 5 hari di kelas dan 12 hari di lapangan. Diklatsar Jantera dilaksanakan di kawasan cekungan Bandung yang meliputi kawasan karts Citatah, Gunung Burangrang, Situ Lembang hingga Gunung Tangkubanparahu. Dalam Diklatsar Jantera, mata latih yang diberikan kepada siswa yaitu: Caving – penelusuran dan pemetaan gua, RC – rock climbing dan IMPK – ilmu medan peta kompas, Hutan Gunung termasuk seni bertahan hidup di hutan atau dikenal dengan sebutan Survival.
Tahap kedua, setelah mengikuti Diklatsar Jantera, siswa yang status keanggotaan telah berubah menjadi anggota muda (AM) diwajibkan mengikuti Pendidikan dan latihan lanjutan (DIKLANJUT). Mata latih yang diberikan dalam kegiatan Diklanjut tidak berbeda dengan Diklatsar, hanya lebih diperdalam. Akan tetapi, dalam Diklanjut, waktu dan lokasi berbeda pada setiap mata latihnya. Misalnya Diklanjut angkatan 30, mata latih RC dilaksanakan di Tebing 48, Kawasan Karst Citatah pada pertengahan bulan November 2011. Sementara mata latih Caving dilaksanakan di Gua Ciguha, Kabupaten Sukabumi pada awal bulan Desember 2011. Teknis kegiatan Diklanjut itu sendiri menjadi tanggung jawab seluruh anggota muda, mulai dari waktu pemberian materi mata latih, perencanaan hingga pelaksaan kegiatan lapangan. Dalam kegiatan tersebut, peran anggota utama adalah sebagai pembimbing serta pengawas. Pada tahapan ini, anggota muda diwajibkan menguasai mata latih yang diberikan karena nantinya akan diberikan spesialisasi berdasarkan minat dan kemampuan dari masing-masing Anggota Muda.
Tahap terakhir, sidang NTA dilaksanakan setelah Anggoota Muda Jantera melaksanakan kegiatan Diklanjut dan mengajukan sidang dengan membawa serta laporan pendidikan dan latihan lanjutan sebagai satu-satunya syarat dalam pengajuan sidang NTA. Apabila telah mengikuti sidang NTA dan dinyatakan lulus, maka status keanggotaan akan berubah menjadi anggota utama dan diberikan kartu tanda anggota (KTA) pada pelantikan yang nantinya akan sesegera mungkin dilaksanakan.
Satu hal lagi, ketika kegiatan perkuliahan anggota jantera telah selesai maka status keanggotaan otomatis berubah menjadi ALB – Anggota Luar Biasa atau sekarang dikenal dengan nama DKJ – Dewan Keluarga Jantera.

Setelah lebih dari tiga dekade berdiri, Jantera telah melahirkan 32 angkatan, yaitu:

No Angkatan No Angkatan
1 Dewan Pelopor 21 Walang Kramat
2 Bukit Teras 22 Purnama Halimun Bajra
3 Tapak Sangkuriang 23 Meygeyeia Napak Kelana
4 Prahara Sangkuriang 24 Pandawa Arcapada
5 Tapak Tirtana 25 Arya Banyu Wana
6 Arga Tilar 26 Sapta Surya Kancana
7 Arutala Dipta 27 Bayu Satya Laksana
8 Vistara Kelana 28 Satria Surya Samagaha
9 Banyu Raksa 29 Getra Yudha Kelana
10 Candra Arga Tunggul 30 Kamajaya Katgada Pradipta
11 Wening Asih Perbani 31 Samagatha Nilawarsa
12 Prabatakala Adhwa Wanadeca 32 Grajag Baswara Sandekala
13 Gapura Seta 33 Brigada Kampita Atyasa
14 Catur Kelana 34  34
15 Javiv N’ Kifuatera 35  Soon…
16 Bayu Mega Wana
17 Halimun Bayu Tirta
18 Fajar Bayu Aji
19 Bentar Napak Jagat
20 Gelar Buana Sakti