DIKLANJUT ROCK CLIMBING JANTERA 33

Kamis, 1 Mei 2014, hari pertama ini, aplikasi di lapangan tidak sesuai dengan perencanaan awal, dikarenakan jalur market yang akan kita pakai digunakan untuk kepentingan oleh pihak lain. Dengan demikian,  aplikasi big wall yang seharusnya sudah dimulai hari ini terpaksa harus kita tunda, sehingga kita sepakat untuk melakukan aplikasi sport climbing terlebih dahulu. Dengan dibagi menjadi dua kelompok dari kami, kelompok pertama di jalur rock n’ roll dan kelompok kedua di chock 8, dua jalur tersebut mempunyai tingkat kesulitan (grade) berkisar antara 5.8 sampai dengan 5.9. Andi Aji berhasil memanjat dan memasang runner pada hanger pertama di jalur rock n’ roll. Kemudian untuk hanger ke-2 dan ke-3, runner berhasil dipasang oleh Anisa Yudita. Sedangkan di jalur chock 8,  belum berhasil dipasang satu  hanger –pun, sehingga pemasangan  hanger pertama dibantu oleh Instruktur Asep. Walaupun sudah dibantu, kita belum berhasil memasang satu runner-pun sampai akhir waktu pemanjatan hari ini Dengan demikian, sesuai dengan ketentuan pemanjatan tersebut harus kita capai di kemudian hari.

Jumat, 2 Mei 2014, untuk pemanjatan hari ini kita sudah mulai bisa menggunakan jalur market dengan teknik artificial climbing dalam melakukan bagian dari aplikasi big wall. Hari ini rencananya kita hanya akan membuka jalur tersebut sebagai pitch pertama, dengan ketentuan kita semua harus bisa memanjat sampai pitch tersebut secara bergantian. Dalam aplikasi big wall tersebut, kita semua dibagi menjadi dua tim yakni tim pembuka jalur dan tim pembantu. Jalur market dibuka oleh tim pasangan pertama pembuka jalur yakni Windya dan Lisna. Windya sebagai leader sedangkan Lisna sebagai belayer. Karena kita menggunakan taktik himalayan dalam aplikasi big wall tersebut, artinya fixed rope selalu terbentang sampai pemanjatan big wall selesai mencapai top roof. Fixed rope berfungsi agar hubungan antara tim pemanjat dengan tim yang berada di bawah dapat terus berlangsung. Posisi base camp berada di bawah (ground) untuk aplikasi taktik himalayan tersebut. Fixed rope ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian tim pemanjat, juga sebagai jalur suplai peralatan ataupun yang lainnya. Secara teori, pemanjatan big wall dilakukan sampai sore hari, setelah itu pemanjat boleh turun ke base camp untuk istirahat dan pemanjatan dilanjutkan keesokan harinya, sehingga sebagian alat masih menempel di tebing untuk memudahkan pemanjatan selanjutnya.

Sabtu, 3 Mei 2014, hari ini merupakan lanjutan dari pemanjatan yang kemarin. Dengan teknik free climbiing, pemanjatan dilakukan hingga jalur chimney dengan teknik chimneying. Pada jalur ini, pemanjatan dilakukan oleh Andi Wibawa dengan Deni yang bertugas sebagai pembuka jalur yang kemudian dibantu oleh Sahid dan Aiz. Setelah tim pertama selesai chimneying, yang lainnya (Winda, Khoi dan Silmi) ingin menyusul, tetapi terhambat dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Pemanjat yang sebelumnya telah selesai chimneying, langsung membuka jalur via verata yang menuju top roof dengan teknik scrambling.

Minggu, 4 Mei 2014, sesuai dengan kesepakatan pada briefing di malam sebelumnya, hari ini adalah misi menyukseskan diklanjut RC atau lebih tepatnya pemanjatan hingga top roof. 4 Instruktur (Feri, Septian, Asep dan Novi) bersama 2 Anggota Muda yang melakukan pemanjatan tersebut. Sementara yang lainnnya sport climbing pada jalur rock and roll dengan pantauan dari instruktur Mahardika, Angga dan Ifa Surifa. Jalur tersebut sebelumnya dibuka oleh Instruktur Angga dan kemudian Andi Aji sebagai leader tim. Hanya beberapa orang yang bisa mencapai hanger 3, setelah selesai jalur kemudian di clean oleh instruktur Asep. Tim top roof tidak dapat menyelesaikan misi dikarenakan hujan yang turun menghambat pemanjatan, padahal jarak ke puncak hanya sekitar ±15 meter lagi. Hujan berhenti dan hari semakin petang, maka diputuskan untuk menghentikan pemanjatan, clean jalur, dan kembali ke basecamp.

(Binta Z.I) (SIti Jubaedah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *