Pematerian Diklatsar Jantera Ke-40: Sejarah Perjalanan Jantera, Jantera Berkarya, dan Peran OPA dalam Konservasi Lingkungan & Mitigasi Bencana

Pematerian Diklatsar Jantera Ke-40: Sejarah Perjalanan Jantera, Jantera Berkarya, dan Peran OPA dalam Konservasi Lingkungan & Mitigasi Bencana

Ditulis Oleh: Diki Lukman Nulhakim S (Siswa Diklatsar XL)

Tertanggal 13-15 Agustus 2021 telah dilaksanakan pematerian kelas Diklatsar Jantera Ke-40 secara daring melalui zoom cloud meeting. Diklatsar atau pendidikan dan latihan dasar, merupakan suatu tahapan yang harus ditempuh oleh siswa –calon anggota Jantera bertujuan untuk melatih dan mendidik dasar-dasar pengetahuan dan kemampuan calon anggotanya.

Pada hari pertama tanggal 13 Agustus 2021, dilaksanakan pembukaan kegiatan Diklatsar Jantera ke-40 oleh Bapak Iwan Setiawan, S.Pd, M.Si selaku ketua program studi Pendidikan Geografi. Pada hari yang bersamaan dilaksanakan pula kegiatan pematerian kelas dengan tema “KeJanteraan”. Pada sesi pertama ini, para calon anggota diperkenalkan terkait apa itu Jantera, bagaimana Jantera berdiri, apa saja yang telah dilalui Jantera, sejarah pecinta alam Indonesia, makna dan filosofi lambang, perkembangan orientasi kegiatan di Jantera, dan masih banyak lagi. Pematerian terkait keJanteraan ini disampaikan oleh Bapak Drs. Asep Mulyadi. “Jantera adalah sejatinya pecinta alam, penjelajah, pembelajar, dan pelestari”.Begitulah petikan kalimat yang saya ambil dari pematerian terkait dengan keJanteraan ini. Kutipan kalimat diatas merupakan esensi dharma Jantera menurut Bapak Drs Asep Mulyadi.

Dalam sejarahnya, Jantera mengalami empat masa. Tahun 1977-1979 atau disebut juga periode kelahiran, tepatnya 24 Maret 1977 oleh angkatan pelopor. Jantera pernah mengalami masa vakum pada tahun 1980-1983 dan bangkit kembali pada periode kebangkitan di tahun 1984 hingga sekarang. Kata Jantera sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang memiliki makna perputaran, siklus, atau daur. Putaran yang dimaknai dan dimaksudkan disini  oleh para pendiri adalah putaran spiral yang terus membesar. Hal itu secara filosofis bermakna bahwa, Jantera harus selalu dinamis, bergerak dan berkarya.

Pada hari berikutnya, tanggal 14 Agustus 2021 dilaksanakan pematerian kelas Jantera oleh Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. dan Teh Lutvia Resta, S.Pd. Tema yang diusung terkait dengan “Jantera Berkarya”.  Pada sesi pertama, Bapak Lili Somantri menyampaikan beberapa poin penting terkait urgensi untuk berkarya di dalam Jantera. Seperti yang diketahui, bahwa  Jantera telah melahirkan berbagai jenis karya seperti buku, film dan lain sebagainya. Oleh karenanya, sebagai calon anggota Jantera diharapkan para siswa dapat menyumbangkan ide dan kreativitasnya dalam bentuk karya. Kiranya, kenapa sih kita harus berkarya?

Alasan kenapa kita harus berkarya yang pertama karena ketika kita berkarya  maka kita ada. Dengan karya kita dapat menunjukan kepada publik tentang keberadaan kita di dunia ini. Karya dapat menjadi bukti eksistensi. Selain itu, berkarya di dalam Jantera juga mengingat bahwa geografi sendiri lahir dari perjalan yang ditulis. Karenanya, berkarya merupakan hal yang sangat penting untuk dilaksanakan. Investasi waktu dengan memperbanyak karya merupakan hal yang sangat positif, ditambah dengan kebermanfaatan dari karya itu sendiri yang dapat memberikan inspirasi atau dorongan kepada orang lain.

“Semua orang bisa nulis, coba aja”.

Pada sesi kedua pematerian kelas diklatsar Jantera ke-40 diberikan oleh Teh Lutvia Resta Setyawati. Pada sesi ini dijelaskan terkait dengan kelas kepenulisan dan peluang-peluang yang akan didapatkan dengan menulis. Menurut Teh Lutvia, menulis merupakan kegiatan mengikat makna. Proses menulis dapat ditempuh melalui empat tahapan, yaitu aktivitas awal, transpormasi, rekonstruksi, dan reproduksi. Pada hakikatnya setiap orang didunia ini bisa menulis, mulai dari menulis caption, komentar di media sosial, dan lain sebagainya. Namun, yang membedakan dari semua itu adalah bagaimana kita dapat mentransfer energi positif kepada orang lain melalui tulisan, bukan malah menyebarkan energi buruk dan provokasi yang dapat membuat kondisi runyam.

Pada hari terakhir pematerian tanggal 15 Agustus 2021,  disampaikan terkait dengan peran organisasi pecinta alam terhadap mitigasi bencana dan konservasi lingkungan. Secara definitif, Bencana adalah sebuah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat. Dalam melakukan mitigasi bencana dalam dilakukan dengan usaha-usaha pencegahan yang bersifat preventif, ada pula mitigasi bencana saat kejadian, dan mitigasi bencana pasca kejadian. Mitigasi bencana erat kaitannya dengan konservasi lingkungan. Apa itu lingkungan hidup? Lingkungan hidup merupakan keseluruhan yang saling berkaitan antara makhluk hidup dan non hidup yang berada secara alamiah di bumi atau di sebagian daerahnya. Konservasi lingkungan adalah upaya yang dilakukan oleh  manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Karena manusia merupakan bagian dari lingkungan hidup. Yang mana manusia itu sendiri termasuk makhluk hidup yang mengambil manfaat serta berinteraksi di antara seluruh spesies dan sumber daya alam. Sehingga sebagai manusia, sudah sepatutnya kita memiliki kesadaran diri untuk menjaga alam, karena baik buruknya alam itu karena ulah manusianya sendiri.

Satu pemikiran pada “Pematerian Diklatsar Jantera Ke-40: Sejarah Perjalanan Jantera, Jantera Berkarya, dan Peran OPA dalam Konservasi Lingkungan & Mitigasi Bencana

Tinggalkan Komentar