Sebuah karya sastra dalam perjalanan di Belantara Singgalang Purba – Abuzar Al-ghaniy (J.374.37.AAB)

Tak tau mengapa semenjak malam tadi bulan yang hampir penuh itu dihiasi siulan angin gunung yang merambat ke desa tempat tinggalku. Kala itu saat mentari mulai berkeliaran di ufuk timur masuk ke sela – sela lorong udara lalu memantul diantara dua kaca jendela  kamarku. Berlabuh dan mebias tepat di wajah lalu membangunkan aku dari tidur pulas. Bayangan untaian mimpi – mimpi yang belum bisa kunikmati tapi harus kujalani.

Menit demi menit dilumat oleh hari yang melelahkan nan menyenangkan ini, diiringi belaian angin sore, matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, bias cahanyanya menciptakan renjana yang megah perlahan berganti dengan munculnya purnacandra yang Kalis menerangi Tirta.

Aku ialah aku yang beriringan dengan lengking tapak kaki kala menyentuh kerikil – kerikil kecil pegunungan itu. Kau termangu bersitahan pada panorama biru, kabut, jalur setapak, bunga abadi dan dingin Aku ialah aku.

Seseorang melintas pada sela – sela kabut, menerobos kedalam dua bola mataku, aku mengenalnya, hasratku bertanya “ kau siapa?”

Aku dan kau menunggu rembulan penuh, bercermin genangan telaga, percikan api lenyap pupus di udara. Kita hilang di malam itu. “aku ialah kau”

Degup jantung, kabut itu meresap kedalam paru – paruku, hanya satu kalimat yang ingin dia dengar “aku bukanlah diriku”

Aku ialah aku!!, jangan kau buang rasa hatiku, suara itu luluh tumpah dalam panorama : lembah – lembah, kawah, lalu ke bawah tempat ia bersemayam dalam dirimu”

Jangan Lelah menjelajah, cukup susah jika diam tak bergerak, mati jika tak beranjak,

Untaian tinta pada buku saku berubah menjadi candu, nikmati hidup jika ingin tetap hidup,

Mati apabila tinta tak lagi menjadi sebuah karya.lumpuh apabila tidak mencoba,

Diriku terasah untuk mengembara, goresan pena adalah pengembara sebenarnya,

Orang yang memiliki kaki tapi tanganya tak pernah mengiringi irama langkah kaki menjadi pecundang di bumi ini, lepas saja atributmu pilih malu dan mati atau mencoba dan berkarya…

Bandung, 04 Oktober 2020

Abuzar Al-ghaniy


jantera

Perhimpunan Pecinta Alam Pendidikan Geografi UPI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.