Category Archives: Catatan

Keberanian

Keberanian menjadi salah satu faktor kesuksesan dalam berkegiatan di alam bebas. Berani itu tahu akan risiko yg akan dihadapi, dalam hal ini kita harus lebih berhati-hati. Ada slogan dari senior kita, berhati-hati bukan berarti lamban, cepat bukan berarti teledor. Berani itu berhati-hati dan tidak teledor. Di gunung hawu ini, kami merasakan pentingnya kehati-hatian dan keberanian, seperti halnya disini, seorang tukang penjaga sendal para pemanjat mencoba berpose diketinggian tanpa menggunakan alat keselamatan. Jangan ditiru dirumah, karena lokasinya bukan dirumah, tapi ditebing. Hahaha
Menurut Anda, dia berani atau teledor dan tidak berhati-hati? Entahlah.

 

Penulis : Yanfau Rizki A.E

Atap Minangkabau

Gunung talamau merupakan gunung tertinggi di sumatera barat dengan ketinggian 2982 mdpl dan merupakan gunung dengan trek tersulit yang pernah saya naiki, bagaimana tidak pendakian gunung ini dimulai dari 160mdpl dengan tanjakan dari pos 1 sampai ke puncaknya rata-rata 75-85 derajat..
Faktor utama yg membuat saya ingin mendaki gunung ini bukan hanya atap tertinggi sumatera barat tetapi juga dengan keindahanya yaitu ada air terjun disetiap pos 1,2,3 dan di dekat puncak terdapat 13 telaga dengan air yg sangat jernih.

Penulis : Abuzar Al-Ghani (J.37.AAB)

Kesunyian Malam

Gelapnya malam ditemani cahaya rembulan, mencari ketenangan hati. Malam yang indah di temanin sejuta doa, doa yang dipanjatkan untuk siapakah hati ini berlabuh ?

 

Penulis : Akbar (J.37.AAB)

Diatas Ketinggian Ada kerendahan Hati

Dewasa ini kegiatan alam terbuka mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang setiap orang dapat melakukannya. Hanya bermodalkan nekat saja sudah bisa menaklukan gunung yang dituju.

Namun, banyak pendaki telah melupakan makna sebenernya dari pendakian. Bahwa puncak bukanlah segalanya, tetapi bagaimana cara kita dapat melihat keindahan ciptaan tuhan dari sudut pandang yang berbeda ini.

Itulah yang telah diajarkan Jantera kepadaku. Setiap orang bisa mendaki. Tapi tak semua orang bisa memahami makna sebenernya yang tersirat dari tujuan mendaki tersebut.

Salam Geografi
Bravo Jantera
Jantera_Jaya_Abadi

 

Penulis : Islah Munawar (J.37.AAB)

Launching Buku ke 3 Jantera, Meniti Cincin Api

Dalam kesehariannya, para Jantril-Janterawan tak henti-hentinya menuangkan cerita perjalanannya ke dalam sebuah catatan biasanya dibundel dalam bentuk bulletin. Dalam kepengurusan, bulletin tak hanya jadi hiburan, tak hanya suatu kewajiban melainkan juga sebagai suatu pelepas kerinduan, pencerita suatu perjalanan sehingga menerbitkan bulletin pun dirasa sangat penting walaupun hanya sekedar dicetak di kertas bekas, di print dengan dwi warna, atau hanya di upload di rumah maya. Selain bulletin, buku merupakan tradisi lain dari wajah Jantera dalam berkarya.

Berkunjung ke Gedung Teropong

Bercengkerama di Gedung Teropong Barat

Bercengkerama di Gedung Teropong Barat

Gedung Teropong merupakan gedung yang dibangun untuk kepentingan kegiatan peneropongan bintang. Dengan alasan bahwa aktifitas demikian menjadi bagian penting dalam kurikulum pembelajaran Geografi, maka dengan memanfaatkan riwayat perkawanan Prof. Dr. Soepardjo Adikoesoemo dalam keterangan Tini Soepardjo Adikoesoemo, kemudian meminta bantuan kawannya Prof. Dr. Bambang Hidayat yang selain aktif di kampus ITB sekaligus tengah menjabat direktur pusat peneropongan bintang Boscha di Lembang.

Gayung bersambut, maka gedung tersebutpun dikabulkan. Bentuknya nyaris persegi dengan dimensi yang nyaris kubus. Ruang-ruang bangunan terbagi kedalam peruntukkan yang terutamanya untuk mengakomodasi kepentingan ruang belajar dan perpustakaan; dimana pada bagian lantai atasnya terdapat ruang praktik peneropongan bintangnya. Jadi bisa dibilang suatu prestasi pada zamannya dimana terdapat fasilitas peneropongan bintang selain di Boscha, tentu saja ukuran diameter lensa teropongnya tidak semegah yang dimiliki Boscha; tapi tetap saja prestasi yang spektakuler.

Keterangan ini kami dapatkan ketika Tini Soepardjo Adikoesoemo yang terbiasa jalan-jalan di sore hari keliling komplek kampus dari rumahnya yang juga pada waktu itu di dalam komplek kampus, sedang melewati jalanan didepan Gedung Teropong. Rambut berwarna emasnya memiliki potongan yang pendek sehingga lehernya yang jenjang terlihat indah dan juga bagian telinganya yang dihiasi anting emas cukup besar terlihat mewah. Cara berpakaiannya perpaduan antara kemewahan dan kesederhanaan, dan bukan semua itu yang membuatnya lebih menarik.

Kosong

Sebuah kata multitafsir

Banyak sekali definisi terurai

Orang menafsirkannya secara harfiah

Orang menafsirkannya secara bahasa

 

Banyak sekali latar belakang yang berbicara

Mulai dari kalangan elit hingga kalangan bawah

Mulai dari yang beriman hingga berdosa

Mulai dari wacana hingga hitam diatas putih