Category Archives: Sastra

Kosong

Sebuah kata multitafsir

Banyak sekali definisi terurai

Orang menafsirkannya secara harfiah

Orang menafsirkannya secara bahasa

 

Banyak sekali latar belakang yang berbicara

Mulai dari kalangan elit hingga kalangan bawah

Mulai dari yang beriman hingga berdosa

Mulai dari wacana hingga hitam diatas putih

 

Bertabur Cahaya di Kota Bandung

Salam yang kulontarkan dari puncak patahan Lembang

Ini bukan sebuah cerita

Namun hanya perasaan

Sendu, tawa, riang, persahabatan terasa amat erat

 

Hembusan dingin malam mulai menusuk

Cahaya itulah yang menyinari

Lautan cahaya terlihat diatas sini

Menghampar luas

Namun akankah taburan ini selalu indah?

Yaa indah dilihatnya namun tidak untuk dampaknya

 

Puncak Gunung Batu Lembang, 9/9/2014

 

Keresidenan Priangan

Kawanku bilang ini tanah rantauan

Tapi untukku, ini tanah kelahiran

Kawanku bilang disini tempat jajahan

Tapi untukku, terdapat berjuta kebahagiaan

Kawanku bilang disini ada kau

Tapi nyatanya aku masih saja sendirian

Pulang

Aku suka saat duduk di kamar

Hanya ditemani pemikiranku sendiri

Berpikir akan kepastian

Dan aku sadar kalau aku sendirian

 

Memang benar saat kita terpuruk

Akan beranggapan seperti ini

Orang yang mencoba menghiburmu

Adalah sebagai pengganggu

 

Sungaiku Kini

Tak pernah berhenti mengalir dari hulu hingga hilir

Diciptakan dengan beragam manfaat dan keindahan

Dari tuhan untuk makhluknya

Makhluknya yang menyia-nyiakan ciptaan bernama sungai

 

Semua Demi Pertiwi

Ibuku bilang, namanya pertiwi

Rupanya elok, hidupnya gemah ripah loh jinawi

Saking kayanya, ada zamrud pada mahkotanya

Pun di perutnya bisa kau temui emas, perak atau tembaga

 

Mata Air

Tanah asriku

Menjadi potret masa depan

Menggenggam damai dalam diam

 

Telusur tanaman hijau

Itulah penasaran peti hati

Menyelimuti setiap langkah