Category Archives: Jantera

Launching Buku ke 3 Jantera, Meniti Cincin Api

Meniti Cincin Api

Dalam kesehariannya, para Jantril-Janterawan tak henti-hentinya menuangkan cerita perjalanannya ke dalam sebuah catatan biasanya dibundel dalam bentuk bulletin. Dalam kepengurusan, bulletin tak hanya jadi hiburan, tak hanya suatu kewajiban melainkan juga sebagai suatu pelepas kerinduan, pencerita suatu perjalanan sehingga menerbitkan bulletin pun dirasa sangat penting walaupun hanya sekedar dicetak di kertas bekas, di print dengan dwi warna, atau hanya di upload di rumah maya. Selain bulletin, buku merupakan tradisi lain dari wajah Jantera dalam berkarya.

Buletin Jantera Edisi Berjalan (September 2016)

Buletin Jantera Edisi Berjalan (September 2016)Salam lestari!

Salam hangat bagi kawan- kawan pembaca setia buletin Jantera, Edisi Berjalan tidak kalah menariknya dengan edisi sebelumnya.

Kali ini Tim buletin Jantera berhasil merekap beberapa cerita perjalanan, sastra, dan seputar kejanteraan yang siap disajikan kepada para pembaca. Bahan bacaan ini masih segar dapat menemani hari-hari pembaca.

 Jantera tiada hentinya berjalan melakukan perjalanan, mulai dari kedalaman Goa, kedataran Pantai hingga ketinggian Gunung.

Edisi berjalan, menjadi tema kami dalam menyajikan tulisan. Setiap insan pastinya selalu berjalan, karena merupakan aktivitas yang selalu dilaksanakan. Berjalan dalam istilah ini adalah melakukan aktivitas yang bermanfaat, menambah pengalaman, ilmu dan pengetahuan.

Buletin Jantera Edisi Bercerita (Juni 2016)

Buletin Jantera edisi Bercerita (Juni 2016)Salam lestari!

Tidak terasa Buletin Jantera hadir lagi nih, bertepatan juga dengan Bulan Ramdhan 1437 H. Semoga di bulan suci ini kita mampu memaknai hidup dengan lebih bijaksana.

Ada perayaan ulang tahun Jantera ke-39, Diklanjut IMPK AM 35, pendakian-Raung, pendakian Gunung Rinjani, sidang 6 orang anggota Jantera, dan juga event Bubarkan Jantera yang tak kalah seru.

Di rubrik “Sosok”, kami akan mengajar pembaca untuk mengenal keenam orang anggota Jantera yang sudah sidang itu, kita bakal denger opini mengenai makna Jantera di mata mereka.

Buletin Jantera edisi Semangat Baru (April 2016)

 

Buletin Edisi Semangat Baru (April 2016)

Salam Lestari,

Salam hangat bagi kawan-kawan pembaca setia buletin Jantera. Edisi semangat baru tidak kalah menariknya dengan edisi sebelumnya,

Buletin Jantera  kali ini mempersembahkan edisi terhangat yakni Edisi Semangat Baru. Edisi semangat baru memiliki makna yang sangat luas apabila diterjemahkan. Edisi semangat baru dapat diartikan bahwasannya, tubuh Jantera dan tubuh HMP Geografi berparaskan baru. Dimulai dari pergantian Ketua Adat Jantera, Ketua BEM HMP Geografi dan Ketua DPM HMP Geografi.

Buletin Jantera edisi Februari 2016

Selamat datang tahun 2016!!! Ada banyak cerita yang akan kami hidangkan dari buletin pada edisi kali ini, dimulai dengan Anggota muda JANTERA yang baru saja dilantik di akhir Februari yang kemas dalam tulisan "lebih dekat dengan JANTERA 35 di DIKLATSAR JANTERA. Dan masih banyak catatan perjalanan yang menarik untuk di baca yang penuh dengan cerita segar tawa yang akan menemani para pembaca. Berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Selamat datang tahun 2016!!! Ada banyak cerita yang akan kami hidangkan dari buletin pada edisi kali ini, dimulai dengan Anggota muda JANTERA yang baru saja dilantik di akhir Februari yang kemas dalam tulisan “lebih dekat dengan JANTERA 35 di DIKLATSAR JANTERA. Dan masih banyak catatan perjalanan yang menarik untuk di baca yang penuh dengan cerita segar tawa yang akan menemani para pembaca. Berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Video Perbukitan Kars Rajamandala

Film pendek berjudul Perbukitan Kars Rajamandala ini hasil kerjasama Jantera Geografi UPI dengan Kementerian Pariwiasata dan Ekonomi Kreatif, yang bercerita mengenai objek-objek penting di kawasan kars Rajamandala. Kemegahan Gua Sanghyang Poek diceritakan lewat aktivitas pemetaan, sementara itu,

Sepanjang Lorong Gua Gelam

 

 

Tim Susur Gua Gelam

Tim Susur Gua Gelam

Sepanjang Lorong Gua Gelam

Catatan Diklanjut Angkatan 33
Air terjun! Itulah pertama kali yang terlintas dalam pikiran kami, ketika suara gemuruh air bergema di telinga. Kenyataannya, kami hanya bertemu dengan undakan yang membentuk sebuah air terjun kecil. Lorong-lorong gua menggemakannya, sehingga air terjun kecil itu terdengar seperti sebuah air terjun yang begitu deras. Ketika itu, kami baru menempuh setengah perjalanan menelusuri sebuah gua, namanya Gua Gelam. Tim kami berjumlah dua puluh orang yang dibagi menjadi beberapa kelompok: basecamp, penelusur dan pengukur.